Pada suatu hari secara tidak sengaja saya melihat judul buku "Hidup kaya tanpa bekerja" by Eka Dharma Pranoto, S.kom. di toko buku Gramedia Sumarecon Serpong. Dari situlah saya mendapatkan insfirasi untuk memulai belajar berinvestasi. Semula saya pikir investasi hanya untuk orang kaya yg sudah kelebihan uangnya, tetapi ternyata pendapat seperti itu tidak sepenuhnya benar. Contohnya pada saat kita membeli rumah walaupun dengan cara mencicil itu sudah bisa dikatakan kita sudah mulai berinvestasi dengan mengambil selisih bunga dg kenaikan harga rumah itu sendiri.
Kembali ke topik awal, belajar investasi yang saya tekuni bermula dari pernyataan bp jusuf kala yg kala itu menyarankan saatnya kita mulai membeli saham ketika saham sedang turun pd bulan januari 2009. Saya mulai dengan saham yg sangat murah diperdagangkan kala itu harganya 50 perak yaitu saham truba dan dewa masing2 50 lot nitip lewat teman. Hanya beberapa bulan saham2 tersebut mulai naik per 12 juni 2009 harganya 230 (dewa) 205 (truba). Dari situ bisa kita lihat kenaikannya sekitar 400%. Bayangkan jika kita menabung ataupun deposito di bank berapa bunga yg kita dapat. Dari situ saya mulai berkembang untuk mencari investasi yg tidak terlampau beresiko seperti halnya saham walaupun masih berhubungan dg saham yaitu Reksadana saham.
Sebelum memulai di reksadana saham, saya kembali mencari literatur yang mendukung seperti Buku berjudul "Memulai Investasi Reksadana" karangan Nofie Iman, langganan harian kontan sebagai bahan pertimbangan dalam memilih reksadana yg returnya menurut saya bagus. Dari situlah akhirnya investai yg saya harus paksakan dimulai mengingat 5 th kedepan saya harus menguliahkan anak kami yg saat ini duduk dibangku smp 13 tgr kelas 7a.
Setelah beberapa kali melihat web site beberapa bank, akhirnya saya mendatangi Bank Mandiri cabang Sumarecon Serpong, dengan ramahnya costumer Service melayani saya walaupun saya membeli minimum yaitu 500 rb. Nah tidak sampai di situ saya kembali mendatangi Commonwealtbank di lippo karawaci dan sama pelayananya sangat ramah dan bersahabat. Dari kedua bank yang saya tuju tersebut ternyata bayangan saya bahwa membeli reksadana itu sulit dan membutuhkan uang banyak sangatlah keliru. Dengan investari mulai dari 100 rb saja kita sudah bisa mulai berinvestasi. Mudah2an tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita. Terakhir saya tekankan jg memulai investasi tanpa kita tahu resiko yg bisa saja terjadi.